Blog

6

Jan

2021

8 macam Minyak dan cara masaknya

Postingan Oleh Toserba Gading
 
 
Minyak merupakan salah satu bahan yang paling umum ditemui di dapur. Pada umunya, kita hanya mengetahui bahwa hanya minyak sayur saja yang bisa digunakan dalam memasak. Sebenarnya tidak lohh, banyak jenis minyak berdasarkan bahan utama dan kandungannya. Sehingga, dapat membuat masakan menjadi lebih sehat. Nah, dari pada bingung menentukan minyak yang sehat dan baik untuk dikonsumsi, yuk cek jenis – jenis minyak dan kegunaanya.
 
1. Corn oil
Minyak jagung terbuat dari biji jagung. Minyak jagung cocok untuk dipakai menggoreng, menumis dan memanggang. Minyak jagung juga bisa dipakai untuk campuran mayonaise, menggoreng gorengan dan lainnya. Ternyata, minyak jagung juga menjadi “ganti minyak kelapa sawit karena kandungan asam lemak tak jenuhnya lebih rendah sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung. Selain bisa menjaga kesehatan jantung, ternyata minyak jagung juga bisa diandalkan untuk menghindari kolestrol tinggi, dan bila menyertakan minyak jagung di dalam masakan, kemungkinan besar bisa terhindar dari penyakit pencernaan seperti sembelit, wasir dan kanker usus besar. Bahkan bagus untuk kamu yang sedang menjalankan program diet, karena serat pada minyak jagung memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama ketimbang serat pada seporsi nasi.”
 
2. Sunflower Oil
Minyak ini terbuat dari biji bunga matahari. Minyak ini cocok digunakan untuk menumis, menggoreng, memanggang dan sebagai bahan baku pembuatan kue. Minyak biji bunga matahari juga cocok untuk digunakan sebagai pembuatan. Ternyata, selain bisa digunakan untuk menggantikan minyak sayur, minyak biji bunga matahari “banyak mengandung asam lemak tak jenuh dan asam linoleat yang bermanfaat bisa menurunkan kadar kolestrol. Selain itu juga kaya akan omega 9 (asam oleat), vitamin E, lemak dan masih banyak nutrisi lainnya.”
 
3. Sesame Oil
Minyak wijen terbuat dari pemerasan biji wijen. Minyak wijen cocok digunakan untuk menumis dan menggoreng. Minyak wijen cocok untuk digunakan di berbagai jenis masakan, karena dapat menambah rasa makanan seperti saus salad, ramen dan nasi goreng. Selain bisa menambah rasa makanan, ternyata minyak wijen “memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda sebanyak 46 persen serta lemak tak jenuh tunggal 40 persen. Kedua kandungan itu dianggap sebagai kombinasi yang baik untuk mencegah diabetes dan mampu meningkatkan plasma glukosa pada penderita diabetes hipersensitif. Minyak wijen juga terkait dengan penurunan kadar kolesterol, kandungan phythosterol, vitamin E, vitamin B kompleks, dan asam folatnya berfungsi sebagai penghambat dalam pembentukan kolesterol dan menurunkan tekanan darah.”
 
4. Canola Oil
Minyak canola terbuat dari biji canola, sering disebut minyak nabati. Minyak canola cocok digunakan untuk menumis, menggoreng, memanggang dan juga bisa dipakai untuk dressing salad. Tetapi, saat menggunakan minyak canola dalam memasak sebaiknya menggunakan api yang kecil agar kandungannya tidak hilang.
Minyak canola memiliki “kandungan Omega-3 dan asam lemak tak jenuhnya aman dikonsumsi dan baik untuk kesehatan, sehingga bermanfaat untuk mengontrol dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dan agar lebih awet, simpanlah minyak canola di tempat yang sejuk, jauh dari cahaya matahari dan tidak berdekatan dengan kompor atau oven.
 
5. Soybean Oil
Minyak kacang kedelai terbuat dari olahan kacang kedelai. Minyak kedelai cocok digunakan untuk menggoreng dan menumis. Biasanya, minyak kedelai digunakan untuk dressing pada salad. Minyak kedelai “memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan lemak jenuh yang terdapat di dalam minyak sawit. Proses pembuatan minyak kedelai yang dibuat dengan cara ekstrasi ini meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu, kandungan isoflavon yang terdapat pada biji kedelai mampu menangkal radikal bebas serta mampu membantu mencegah osteoporosis.”
 
 
6. Olive Oil
Minyak zaitun terbuat dari buah zaitun. Minyak zaitun cocok digunakan untuk menumis, dan kurang cocok untuk menggoreng dengan waktu yang lama. Biasanya, minyak zaitun cocok digunakan untuk salad dressing, hidangan italia, dan saus salad. “Minyak zaitun terbagi menjadi dua, yakni extra virgin dan murni. Extra virgin lebih cocok untuk menumis dan murni lebih cocok untuk menggoreng. Minyak zaitun yang kaya akan kandungan omega 3, omega 6, vitamin E, vitamin K dan antioksidan yang sangat bagus untuk kesehatan jantung. Selain itu juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.”
 
7. Coconut Oil
Minyak kelapa terbuat dari daging buah kelapa yang dikeringkan dan dimasak. Minyak kelapa lebih cocok digunakan untuk menumis dan memanggang dibandingkan menggoreng, karena memiliki kandungan lemak yang lebih creamy. Minyak kelapa dapat diolah ke dalam berbagai macam masakan, sehingga menghasilkan rasa makanan yang gurih. Minyak kelapa “ternyata mengandung HDL atau kolestrol baik, tinggi akan asam laurat yang bermanfaat menurunkan risiko serangan jantung dan anti-bakteri bagi tubuh.” Eitts, walaupun termasuk minyak sehat, namun sebaiknya tidak menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali.
 
8. Grapeseed Oil
Minyak biji anggur terbuat dari sisa biji. Minyak biji anggur, cocok digunakan untuk menumis dan memanggang. Minyak biji anggur biasanya digunakan untk membuat salad dan roti panggang. Minyak biji anggur “berbahaya kalau digunakan untuk menggoreng, karena bisa membentuk radikal bebas. “minyak biji anggur mengandung tinggi vitamin E dan asam lemak omega 6. Minyak ini juga memiliki antioksidan alami, dan dapat meningkatkan kolestrol baik.” Namun, minyak ini “tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena mengandung omega 6 yang tinggi. Omega 6 diketahui bisa meningkatkan inflamasi dan menaikkan berat badan.”
 
 
Info dari: